TIMESINDONESIA, PONOROGO – Memanen air hujan. Ini yang dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Bermitra dengan LPPM Unibraw (Universitas Brawijaya) Malang, Pemdes Selur membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro atau PLTMH.
"Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat Desa Selur mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Universitas Brawijaya Malang atas kerjasama dalam program doktor mengabdi, dengan dioptimalkannya potensi slot gacor lokal. Yaitu, konsep memanen air hujan dengan dibangunnya PLTMH sangat mebantu maysrakat Desa Selur," ujar Kepala Desa Selur, Suprapto, Kamis (22/10/2020).
Bertempat di wisata Air Terjun Sunggah Desa Selur, LPPM Universitas Brawijaya Malang pada hari ini melakukan kunjungan naga5000 pembangunan PLTMH. Kegiatan tersebut merupakan sebuah bentuk kerjasama dalam program doktor mengabdi yang dihadiri oleh ketua beserta anggota LPPM Universitas Brawijaya Malang.
Sementara pendanaan Pembangunan Listrik Mikro Hydro ini berasal dari LPPM Universitas Brawijaya serta Dana Pendamping dari Desa Selur yang bersumber dari Dana Desa.
"Selaras dengan program pemerintah untuk menggarap energi terbarukan, alhamdullilah Desa Selur dengan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang sudah melakukan login naga5000 terlebih dahulu," terang Suprapto kepada TIMES Indonesia.
"Harapan dari Pemdes dan masyarakat Desa Selur masih banyak potensi lokal lainnya yang memerlukan penanganan naga5000 slot dan optimalisasi," imbuh kepala desa.
Ketua LPPM Universitas Brawijaya Malang, Bambang Susilo mengatakan bahwa harapan dari Universitas Brawijaya adalah dengan terjalinnya kerjasama seperti ini Desa Selur merupakan bagian dari Desa mitra Universitas Brawijaya.
Dengan terbangunnya PLTMH selain untuk memenuhi kebutuhan liga5000 rtp listrik masyarakat yang belum teraliri, juga bisa berfungsi sebagai pengairan sawah. Sehingga mampu menopang Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui energy terbarukan.
Kerjasama antara Unibraw Malang dengan Desa Selur, Ponorogo ini sudah ditandatangani sejak tahun 2019 kemarin dengan kapasitas 25 kWh. "Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro ini dikerjakan oleh bydtoto warga sekitar dan pada waktu kunjungan ini pengerjaan sudah mencapai 80 persen," ujarnya. (*)
SUMBER : TIMESINDONESIA