
Selur. Merujuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan, pemuda merupakan warga negara Indonesia yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pada usia tersebut, merupakan puncak usia produktif dan kreatif sehingga diharapkan pemuda dapat menjadi sosok yang penuh semangat dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Momen 17 Agustus Peringatan dirgahayu kemerdekaan Indonesia bukan sekadar perayaan belaka. Peringatan kemerdekaan Indonesia menjadi sebuah momen penting untuk meningkatkan jiwa nasionalisme serta mempererat persatuan dan kesatuan. Sebagai pembawa perubahan (agent of change), dalam hal ini pemuda dituntut untuk bisa berbuat baik dan benar.
Pemuda mempunyai suatu tanggung jawab moral terhadap diri sebagai seorang individu dan sebagai kaum pembawa perubahan untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai moral yang hidup dalam masyarakat, serta bisa merubah masyarakat menjadi lebih baik dengan berbagai tindakan nyatanya. Pemuda sebagai lapisan sosial pembawa perubahan harus senantiasa kritis dan inovatif dalam melaksanakan perannya yang sangat penting dalam perubahan bangsa.
Bintara Pelatih tentara manunggal membangun desa (TMMD) Hendro Wahyudi saat diwawancarai tim media Desa Selur hari ini (17/8/24) menjelaskan kemerekaan memberikan pemuda kesempatan untuk berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang dicita-citakan oleh para pendahulu. Dengan pemahaman ini, pemuda memiliki tanggung jawab untuk terus berjuang demi menjaga dan memajukan bangsa, baik melalui dunia politik, sosial, maupun ekonomi, juga kemerdekaan merupakan panggilan untuk menjadi pelopor dalam mengembangkan potensi diri dan kemampuan.
"Pemuda harus bisa memaknai bagaimana para pahlawan terdahulu memerjuangkan kemerdekaan dengan pantang menyerah. sedangkan untuk para pemuda sekarang, bentuk mempertahankan kemerdekaan dengan terus berjuang demi menjaga dan memajukan bangsa." Tuturnya
Upacara memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang dilaksanakan setiap tahun di Desa Selur, dengan turut serta merangkul putra putri selur juga merupakan salah satu upaya mempertahankan kemerdekaan dengan memupuk jiwa nasionalisme agar tumbuh erat dalam tiap-tiap jiwa warga, pun para pemuda.
Upacara 17 Agustus dalam memperingati HUT RI adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun di Desa Selur. Akan tetapi ada yang berbeda pada tahun ini. Pada tahun ini, kemerdekaan Indonesia di Desa Selur turut dirayakan oleh peserta TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 121.
Komandan TMMD ke 21, Komandan Heri Susilo mengatakan, pihaknya berharap peringantan HUT RI ke 79 memberikan dampak kepada masyarakat khususnya pemuda, sehingga jiwa patriotisme itu akan tumbuh lagi terutama kepada pemuda-pemuda di Desa Selur. Mengingat perjuangan kemerdekaan yang telah dilakukan oleh para pendahulu.
"Harapan saya kepada pemuda terkhusus pemuda Desa Selur, peringatan 17-an ini tidak hanya menjadi ceremony yang setiap tahun dilaksanakan. akan tetapi diambil hikmahnya sehingga akan memberikan manfaat kepada pemuda khususnya pemuda Desa Selur dalam menjalani kehidupan yang akan datang. Jiwa patriotisme sangat dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang akan datang karena tantangannya lebih komplek." Pungkasnya.