
Layaknya desa yang berlokasi di pelosok, Desa Selur jauh dari infrakstruktur yang memadai. 7140 penduduk, setiap hari harus melalui jalan yang tidak mulus.
Namun, ketika ratusan prajurit TNI yang diterjunkan untuk mewujudkan prorgam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 121, mimpi Warga Desa Selur mendapatkan jalan mulus mulai terwujud.
Total ada 21 titik yang menjadi sasaran fisik. Dengan total panjang jalan yang dirabat ada 13 titik sekitar 1,5 kilometer, 4 titik yang dibangun talud, 3 titik makasam, 1 titik pelabaran jalan.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat membuka TMMD ke 121 di Desa Selur Kecamatan Ngrayun beberapa waktu lalu (TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)
Lalu ada pembangunan rumah tak layak huni (RTLH), 3 titik sumur bor, serta penanaman 100 pohon. Pun 13 sasaran non fisik diberikan kepada Warga Desa Selur.
Bagaimana ceritanya?
Pada 24 Juli 2024, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-221, Kodim 0802/Ponorogo dengan 250 personel memulai pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas
Sang surya masih malu-malu terbit dari ufuk timur. Suhu di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo pun menunjukkan 15 derajat pada Juli hingga Agustus ini setiap pagi.
Namun, suhu yang dingin tidak membuat warga Desa Selur bermalas-malasan dibalik selimut. Justru, dengan semangat 45, mereka turut berbondong bondong ke jalan-jalan yang diperbaiki.
Mereka membantu personel ratusan prajurit TNI yang diterjunkan untuk mewujudkan prorgam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 121.
Walaupun masih pagi, warga yang datang membantu cukup banyak. Tidak hanya para pria, namun kaum hawa juga terlihat. Mereka membawakan sarapan sekaligus minuman.
Candaan saling terlontar, sesekali tawa renyah terdengar dikerasnya suara molen yang menghaluskan bebatuan, pasir hingga semen. Peluh keringat bercucuran di dahi para prajurit bangsa dan warga.
Tidak ada sekat antara TNI maupun masyarakat. Mereka terlihat bahu membahu membangun rabat jalan, talud, makadam hingga pelebaran di 21 titik.
13 titik ini rabat jalan adalah 3 titik rabat jalan Dukuh Manggis dengan total panjang 325 meter, lebar 3 meter. Kemudian 4 titik rabat jalan Dukuh Krajan, dengan panjang jalan 615 meter, lebar 3 meter.
Lalu 2 titik rabat Jalan Dukuh Gamping, dengan total panjang 490 meter lebar 3 meter. Pun ada 4 titik rabat jalan Dukuh Putuk dengan total panjang 194 meter dan lebar 2 meter.
Dilanjutkan talud di 4 titik. Dimana pembangunan talud berada di Dukuh Krajan dengan panjanh 25 meter dan tinggi 5 meter. Talud kedua di Dukuh Putuk dengan panjang 46 meter, tinggi 2,2 meter.
Ketiga di Dukuh Krajan lagi, pada lokasi yang berbeda dengan yang pertama. Panjang 12 meter dan tinggi 2 meter. Terakhir adalah talud di Dukuh Manggis, panjang 12 meter dan tinggi 2 meter.
ementara makadam ada di 3 titik, 1 titik makadam jalan Dukuh Manggis dengan panjang 98 meter dan lebar 2,5 meter. Lalu 2 titik maksam di Dukuh Lutuk total 196 meter dan lebar 2,5 meter. Lalu pelebaran jalan 1 titik, dengan panjang 190 meter dan lebar 3,5 meter.
“Alhamdulillah dibangun jalannya (dirabat) di Dukuh Krajan sini. Jadi kalau mau mengantar anak sekolah tidak kesusahan juga. Anak saya SMAN 1 Ngrayun situ,” ungkap salah satu warga, Isna, Rabu (7/8/2024) pagi.
Sehingga, sebagai wujud terimaksih, setiap pagi dia mengantar jajan atau makanan ringan. Tujuanya agar tentara dan warga tetap semangat.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko bersama Forpimda saat mengunjungi sasaran TMMD ke 121 di Desa Selur (TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)
“Biar cepat selesai juga. Ya saya ikhlas ngasih jajan. Orang jalan ke sekolah juga semakin bagus,” kata ibu dua orang anak ini.
Sementara warga lain, Ismani mengaku bahwa jalan-jalan banyak yang dulunya hanya tanah. Kemudian sudah diganti makadam. Namun, tidak pernah ke rabat atau yang lainnya.
“Ini sudah dibangun rabat sama pak tentara. Alhamdulillah kalau mengangkut hasil pertanian juga tidak kesulitan,” tambah salah satu petani di Desa Selur ini.
Kepala Desa (Kades) Selur, Suprapto bahkan tak bisa menahan haru ketika bantuan perbaikan jalan maupun infrakstruktur lain datang melalui TMMD ke 121.
Suprapto mengaku awalnya telah membuat anggaran pembangunan disegala lini. Termasuk perbaikan jalan melalui APBDes beberapa tahun lalu.
Namun, covid 19 memporakporandakan rencana Suprapto. Hingga pembangunan atau perbaikan jalan di Desa Selur harus dihentikan karena anggaran juga dipangkas oleh pemerintah pusat.
“Sempat Terkendala Covid. Kini, pembangunan di Desa Selur berlanjut berkat TMMD 121 dari Kodim 0802 Ponorogo. Rasanya terharu mimpi kami warga Selur ini terwujud,” paparnya.
Dia menjelaskan bahwa secara fisik ada 21 titik. Mulai pengerasan jalan, rabat jalan, talud sekaligus pembangunan rumah tak layak huni (RTLH).
“Pemdes (Pemerintah Desa) Selur sudah merencanakan pembangunan jalan berjenjang. Karena diakui tidak diakui jalan di Desa Selur, jalannya memang masih banyak tidak memadai,” tegasnya.
Pemdes Selur, kata dia, telah melakukan perencanaan berjenjang. Jalan yang masih tanah, bakal dilakukan pengerasan menjadi makadam.
Jalan yang telah makadam, bakal dirabat lalu diaspal. Namun dilakukan berjenjang dan juga merata. Terlebih jalan di Desa Selur juga menghubungkan ke desa lain dan jalur alternatif ke Kabupaten Trenggalek.
“Jalan yang dibangun melalui TMMD semua adalah skala prioritas. Jalan yang kita bangun menjadi titik utama. Karena memang jalan mengangkut hasil panen juga ke sekolah,” tegasnya.
Secara tidak langsung, anggota TNI yang turut dalam TMMD 121 mewujudkan mimpi warga Desa Selur. Walaupun tidak langsung terwujud mulus secara keseluruhan.
“Angkut hasil pertanian, jalan mulus kan harga juga lebih mahal dibeli. Karena waktunya kebih cepat. Petani untung. Anak ke sekolah sekarang juga tidak was-was karena jalannya sudah mulai diperbaiki,” tambahnya.
Jumlah penduduk Desa Selur 7140 orang 1500 diantaranya adalah siswa SD sampai SMA. Ada 5 Sekolah Dasar (SD), 1 SMP Swasta, 1 MTs Swasta dan 1 SMA Negeri.
“Bukan hanya tentang mengangkut hasil pertanian menjadi nyaman. Juga memberi keamanan dan kenyamanan para siswa,” tambahnya.
Dia mengaku setiap hari hanya berdoa, bahwa rumahnya lebih layak huni. Hingga beberapa waktu lalu ada yang mendatangi rumahnya. Dimana pemberitahuan bakal dibangun.
“Mbah Bulug (Kepala Desa Selur, Suprpato) datang ngasih tahu mau dibangun. Saya lamgsung sujud syukur. Kami sekeluarga bisa tidur nyenyak,” imbuh Pujiono.
Sasaran Non Fisik TMMD ke 121 di Selur Ponorogo
Tak hanya membangun fisik, TMMD ke 121 ini juga menyasar non fisik. Jika sasaran fisik ada 21 titik. Sedangkan non fisik ada 13 poin yang diberikan ke masyarakat Desa Selur.
Dimana ada pengobatan massal tetsentra di Kantor Desa Selur. Mereka yang telah lansia diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan dari Puskesmas Ngrayun.
Lalu penyuluhan atau sosialisasi kehutanan. Juga sosialisasi lingkungan hidup, wawasan kebangsaan. Ada penyuluhan KB untuk pasangan suami istri.
Tentu Pelayanan KB bagi ibu-ibu. Juga penyuluhan atau sosialisasi kesehatan. Pun penyuluhan atau sosialisasi hukum dikupas tuntas.
penyuluhan atau sosialisasi kehiduoan sosial, penyuluhan atau sosialisasi narkoba dan kamtibmas. Juga penyuluhan atau sosialisasi perikanan. Terakhir tentang penyuluhan atau sosialisasi.
“Kami berikan secara bergantian. Terutama bagi masalah kesehatan pencegahan pernikahan dini. Dikehahui angka pernikahan dini masih ada,” terang Kades Selur, Suprapto.
Pernikahan dini harus seger dipangkas. Karena salah satu faktor menjadikan stunting. Walaupun bukan satu-satunya.
“Juga ada pelatihan membuat makanan bergizi dan seimbang. Tentu warga sangat perlu, mencegah bagaimana agar bayi yang dilahirkan tidak stunting” urainya.
Gotong Royong Pemkab, Pemdes dan TNI Wujudkan TMMD di Ponorogo
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menjelaskan TMMD 121 di Desa Selur Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo tidak mungkin terwujud jika hanya dilakukan beberapa orang saja.
Sasaran demi sasaran terwujud karena adanya gotong royong. Dia kemudian mengutip tentang kata-kata yang sempat dilontarkan oleh Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno.
“Bung Karno pernah bilang Jika Pancasila diperas pada satu pasa. Pasa yang mampu mewakili pribadi, 5 pasa adalah gotong royong” kata Kang Giri—sapaan akrab—Sugiri Sancoko mengutip apa yang dikatakan Bung Karno.
Jabarannya adalah tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa Ketuhanan. Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa kemanusiaan
Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa persatuan. Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa keadilan. Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa kerakyatan.
“Oleh karena itu TMMD adalah bentuk komitmen gotong royong implementasikan yang ada adalah gotong royong. Ini cara TNI mempercepat pembangunan,” tambahnya.
Dari data yang ada bahwa luasan Kecamatan Ngrayun 1/5 dari luas total bumi teog. Ruas jalan pun sangat panjang.
“Dari panjang yang ada bahwa banyak yang jelek. Tetapi yang baik juga ada. Saya mimpi besar suatu saat dengan cara ini (TMMD) menjadi desa yang joss,” tambahnya.
Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono mengaku memilih Desa Selur sesuai dengan syarat diikutkan TMMD adalah terpencil, tertinggal dan terisolasi.
Letkol Inf Dwi menyebutkan bahwa pembangunan di Desa Selur masih jauh dari kata layak. Terutama akses jalan utama bagi warga Desa Selur.
“Tujuan kami memudahkan mobilisasi masyarakat dalam hal mengangkut hasil pertanian. Juga tentang anak-anak siswa ke sekolah mendapatkan jalan yang lebih layak,” bebernya
Sehingga, TMMD ke 121 hadir. Dimana ada 21 titik sasaran. Dengan 8 titik dibangun dengan APBD dan 13 titik dengan APBDes. Sementara TNI membantu operasionalnya.
Total ada 150 prajurit diterjunkan. Terdiri dari anggota Kodim 0802 Ponorogo, Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha, Batalyon Kavaleri 3/Andhaka Cakti atau Yon Kav 3/Tank Malang.
Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina disingkat Yon Zipur 5/ABW dan Pasmar Parangpilang. “Semua bergotong royong,” tambah Letkol Inf Dwi
Menurutnya, target selesai total pada 30 hari. Dimana hari Minggu tetap ada pekerjaan. 3 pekan telah ramoung oekerjaan serta 1 pekan untuk finsihing.
“Kalau berapa yang tergabung ada banyak. Gotong rotong masyarakat luar bisa. Setiap hari 300 sampai 400 warga terjun membantu kami,” pungkasnya.
Sumber: jatim.tribunnews.com