.jpeg)
Selur. Puskesmas Selur dibangun diatas lahan seluas 5022 M2. Tanah yang berada di jantung pemerintahan desa itu dulunya milik warga Desa Selur bernama Almarhum Parto Yuwono, yang kemudian oleh keluarga beliau diwakafkan kepada pihak desa untuk dibangun puskesmas di atasnya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga pewakaf lahan untuk pembangunan puskesmas, Bupati Sugiri mengusulkan agar Puskesmas Selur diberi nama Puskesmas Selur Parta Murdiani.
Kang Giri sapaan akrab sugiri sancoko dalam sambutannya mengucapkan terimakasih banyak kepada keluarga pewakaf atas kerelaan hati yang luar biasa mewakafkan tanah untuk kepentingan pembangunan Puskesmas Selur.
"Kalau saya boleh usul. hari ini juga nama puskesmas selur diganti atau lebih tepatnya ditambah menjadi Puskesmas Selur Parta Murdiani. Bukan untuk riya' tidak untuk sombong. Tetapi untuk memotivasi dan stimulan untuk orang-orang kaya yang punya harta banyak bahwa mati tidak membawa harta. Akan tetapi jika harta yang banyak itu sebagian untuk hibah kepada negara, hibah untuk kepentingan umat alangkah indahnya karena akan menjadi amal jariyah yang bermanfaat diakhirat."paparnya.
"Nama Parta Murdiani artinya mulai dari almarhum Parto yuwono sampai anak turunnya ikutan andil dalam hibah." imbuhnya.
Rangkaian acara peresmian Puskesmas Selur yang dimulai dari doa, pemotongan tumpeng oleh bupati ponorogo, lalu penandatanganan prasasti juga pemotongan pita semuanya turut disaksikan oleh ahli waris almarhum Parto Yuwono. Tak lupa diawal dan diakhir sambutannya, Kang Giri menyematkan doa kepada Almarhum pewakaf dengan harapan jariyahnya selalu mengalir dan berkahnya terasa oleh ahli waris.