
Pelatihan Kesiapsiagaan/ tanggap bencana skala lokal desa yang diselenggarakan hari ini, Kamis 20/7/23 berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan balai desa Selur itu dihadiri oleh 81 orang yang terdiri dari 46 anggota perlindungan masyarakat (Linmas), 23 orang dari perangkat Desa Selur, dan 12 orang peserta mahasiswa membangun desa (MMD) Universitas Brawijaya Malang.
Katino, Salah satu peserta pelatihan menuturkan, pertemuan ini masih tahap awal dari tahapa-tahapan pelatihan yang diberikan kepada para anggota Linmas.
"Hari ini masih pembukaan dan apel. mungkin kedepannya akan ada pelatihan yang lebih intens untuk para Linmas."Ungkapnya.
"Selain itu juga Mencakup keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan mitigasi bencana serta implementasi Peraturan desa terkait Lingkungan Hidup seperti undang-undang larangan menangkap burung liar dan larangan menyetrum ikan disungai." Tambahnya.
Pelatihan atau lebih tepatnya pembukaan pelatihan untuk para Linmas ini dinarasumberi oleh Muhammad Razzaq, salah satu peserta MMD UNiversitas Brawijaya, yang juga dihadiri langsung oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BBKTM) polsek Ngrayun, Supriono, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Ngrayun, Mulyono, serta kasi pemberdayaan Kecamatan Ngrayun Buyung Rahmad Paijo.
Kepala Desa Selur, Suprapto menuturkan, tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah untuk menjaga stabilitas keamanan dalam desa yang merupakan komponen terpenting untuk melakukan kegiatan program apapun di Desa Selur.
"Dengan adanya Pelatihan Linmas pada hari ini, menyatukan 3 pilar yang ada di Desa Selur untuk meleburkan diri bersama masyarakat guna terus bergerak membangun Desa Selur." Paparnya.
"Harapannya kegiatan ini mampu menciptakan nuansa jauh lebih cinta Desa Selur sekaligus kehadiran Linmas di tengah-tengah masyarakat semoga memberikan rasa aman dan nyaman." Pungkasnya.
Baca Juga Citra Maestri Sabet 5 Piala di Ajang Perlombaan di TMII